Postingan

Menampilkan postingan dengan label Internasional

Terjadi 26 Mei 2021, Simak Penjelasan Lengkap Soal Gerhana Bulan Total

Gambar
  Gerhana Bulan   Jakarta - Fenomena sains Gerhana Bulan Total akan terjadi pada 26 Mei 2021. Fenomena ini pun menjadi salah satu fenomena astronomi yang terjadi pada tahun 2021 dan dikenal sebagai 'Super Flower Blood Moon.' Namun, apa sebenarnya arti dari Gerhana Bulan Total itu sendiri? Sebelum membahas tentang fenomena tersebut lebih jauh, penting untuk memahami makna dari Gerhana Bulan. Gerhana Bulan adalah fenomena yang terjadi di saat posisi Bumi, Bulan dan Matahari sejajar, di mana cahaya matahari yang sampai ke Bulan terhalang oleh bayangan Bumi. Demikian seperti mengutip penjelasan dari Muhammad Zamzam, peneliti Pussainsa melalui Instagram Live @pussainsa_lapan. Lantaran hal tersebut, Bulan cenderung akan terlihat lebih redup atau bahkan gelap. Sementara itu, Gerhana Bulan Total terjadi ketika Bulan masuk ke dalam umbra (kerucut inti dari bayangan Bumi). Gerhana Bulan Total yang terjadi pada hari ini cukup berbeda dan disebut sebagai "Super Blood Moon". Hal ...

Dampak Virus Corona sampai ke Urusan Luar Angkasa!

Gambar
Dampak COVID-19 sampai ke industri luar angkasa. Foto: Getty Images/Chung Sung-Jun Jakarta - COVID-19 atau virus corona (novel coronavirus) telah menjadi pandemi dan memberikan dampak terhadap berbagai industri termasuk salah satunya masalah luar angkasa. Selain itu dari segi finansial, virus corona memberikan kerugian yang sangat terasa. Sejauh ini, dikutip dari Space, Senin (16/3/2020) ada sejumlah dampak yang dialami industri luar angkasa antara lain: 1. Kemungkinan penundaan peluncuran ExoMars Minggu ini, European Space Agency (ESA) dan badan antariksa federal Rusia, yang dikenal sebagai Roscosmos, mengumumkan bahwa rencana peluncuran rover ExoMars yang direncanakan pada Juli mendatang membuatnya diundur ke tahun 2022. ESA Director General Jan Wörner mengungkapkan pertemuan yang direncanakan untuk membahas nasib misi ExoMars 2020 dengan rekan Roscosmos-nya, Dmitry Rogozin, menghasilkan keputusan harus dibatalkan. 2. Sejumlah kampanye sains NASA tertunda "Tiga kampanye sains N...

Penemuan Hewan Purba Seberat 1 Ton Berusia 10.000 Tahun

Gambar
Ilmuwan baru saja menemukan hewan purba yang dijuluki "Yeti Amerika Selatan". Hewan purba ini dipercaya hidup sekitar 10 ribu tahun lalu dan memiliki cakar raksasa. Sebagai referensi, Yeti merupakan makhluk mitologi yang berupa primata besar mirip manusia di mana makhluk ini dipercaya menghuni wilayah pegunungan Himalaya di Nepal dan Tibet. Mempunyai bentuk yang mirip Yeti, ilmuwan menjuluki hewan purba yang telah punah sebagai "Yeti Amerika Selatan". Sekelompok ahli paleontologi Argentina dan Ekuador menemukan fosil Yeti Amerika Selatan di daerah pegunungan Ekuador, sekitar 2.500 meter di atas permukaan laut. Para ilmuwan berpendapat bahwa hewan purba ini dapat dianggap juga sebagai "beruang sloth raksasa". Hewan tersebut mempunyai berat sekitar 1 ton dengan cakar besar serta moncong yang bisa beradaptasi terhadap iklim ekstrem. Menurut sekelompok ilmuwan dari lembaga penelitian CTyS Univesidad Nacional de La Matanza Argentina, hewan purba ini dapat hidup...